HADITS TENTANG KADAR HARTA WASIAT MENURUT IBNU HAJAR AL-‘ASQALANI (STUDI ANALISIS KITAB FATHUL BARI)

  • Doli Marwan Harahap

Abstract

Judul penelitian ini adalah Hadits tentang Wasiat menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani (Studi Analisis Kitab Fathul Bari). Wasiat secara etimologi diartikan sebagai janji kepada orang lain untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu semasa hidupnya atau setelah meninggalnya; aushaitu lahu au ilaih; aku memberikan pesan atau perintah untuknya; berarti aku menjadikannya sebagai washi (pelaksana) yang akan menguasai orang setelahnya (pihak penerima/mushaa 'alaih). Arti ini populer dengan istilah kata wishaayah. Secara Syariat, wasiat adalah pemberian seseorang yang berupa barang, hutang, atau manfaat kepada orang lain dengan syarat pihak yang diberi wasiat mendapatkan pemberian tersebut sesudah kematian pemberi wasiat. Adapun dalil disyariatkannya wasiat diantaranya QS. Al-Baqarah: 180.

Ibnu Hajar al-‘Asqalani, salah satu dari ulama besar Madzhab Syafi’i menjelaskan bahwa batas harta yang diwasiatkan adalah sepertiga dan tidak boleh lebih dari itu, dan yang lebih utama adalah kurang dari sepertiga. Beliau juga menjelaskan bahwa meninggalkan ahli waris dalam keadaan kaya lebih baik daripada menengadahkan tangan kepada manusia

Published
2023-12-29
Section
Articles